Ruwatan Sedekah Bumi

 

Ruwatan bumi adalah sebuah tradisi upacara adat masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen pertanian yang melimpah juga sebagai upacara penolak bala sekaligus penghormatan terhadap nenek moyang yang berjasa untuk suatu daerah tersebut.

Ruwatan sendiri berasal dari kata “ruwat” atau dalam bahasa sunda “ngaruwat” yang artinya merawat atau menjaga sedangkan bumi mengandung arti tempat kita hidup. Kata lain ruwatan bumi berarti menjaga tempat kita hidup.

Pelaksanaan ruwatan bumi biasanya dilakukan sebelum masyarakat tani memulai bercocok tanam atau sebelum pengolahan lahan pertanian dimulai. menurut kepercayaan adat istiadat setempat sebelum diadakannya tradisi ruwatan bumi, petani diharapkan jangan dulu menggarap lahan pertaniannya jika salah satu petani ada yang melanggar tradisi tersebut maka akan tertimpa kesialan untuk petaninya, bisa berupa lahan pertaniannya terserang hama ataupun hasil panen yang menurun sehingga merugi.

Biasanya ruwatan ini sering di adakan ketika malam 1 Syuro. Acara puncak ruwatan ini biasanya dilakukan pada malam hari dan menyelenggarakan wayang golek. Jika ketika sedang meruwat masyarakat biasanya diperbolehkan pulang pukul 12 malam, lewat dari pukul 12 malam biasanya masyarakat tidak diperbolehkan pulang. Menurut kepercayaannnya, maka akan terjadi malapetaka pada masyarakat yang pulang tersebut.

Sisi positif dari acara ruwatan ini adalah masyarakat bisa berkumpul dan basilaturahmi. Dan anak-anak kecil pun menjadi tahu adanya adat kebudayaan yang bernama “NGARUWAT” sekaligus bisa menonton wayang golek yang sekarang sudah jarang di selenggarakan.

 

Sumber : https://www.sampulpertanian.com/2016/10/mengenal-tradisi-ruwatan-bumi.html

RizkyH/3H/FISIBUNPAK


Penyewaan dan Pembuatan Kostum Tari Tradisional/Kreasi Indonesia, Marawis, Modern Dance, Musik, dan Marching Band yang Elegan, Otentik, Sesuai Pakem, Menarik, Lengkap, dan Murah.

WhatsApp Chat via WhatsApp